http://forlap.dikti.go.id/

Thursday, February 7, 2008

Sejarah Harapan

PERJALANAN HIDUP YASPENDHARLahirnya Yayasan Pendidikan Harapan merupakan salah satu manifestasi dari kehendak masyarakat yang merasa tertinggal dalam bidang pendidikan baik karena penjajahan maupun akibat kurangnya perhatian orde lama.Dengan munculnya orde baru yang lahir tahun 1966, maka pendidikan ditempatkan pada posisi utama dalam proses pembangunan. Sejalan dengan itu beberapa tokoh masyarakat Sumatera Utara baik dari kalangan sipil maupun militer pada waktu itu merasa bahwa lembaga pendidikan yang ada selama ini di Sumatera Utara belum dapat menampung anak-anak sekolah apalagi sekolah yang bersifat umum namun bernafaskan Islam. Mereka mempunyai ide pendirian sebagai berikut:
Untuk membantu pemerintah menanggulangi pendidikan
Perlu adanya pendidikan yang lebih baik bagi anak didik, dengan persyaratan :
Mempunyai corak bernafaskan agama (Islam)
Mempunyai mutu pendidikan yang berkualitas
Mengusahakan pembayaran yang semurah-murahnyaIde tersebut dituangkan dalam AD Yaspendhar sebagai maksud dan tujuan sebagai berikut:
Membentuk manusia susila yang berke-Tuhan-an Yang Maha Esa serta mempunyai keinsyafan bertanggungjawab terhadap usaha mewujudkan suatu masyarakat sejahtera berdasarkan ajaran Pancasila.
Membantu pemerintah dalam melaksanakan / mempertinggi pendidikan,pengajaran dan penyebaran ilmu pengetahuan dikalangan anak didikkhususnya dan masyarakat Indonesia umumnya menuju tertibmasyarakat ber-Pancasila, segala sesuatu dalam arti kata seluas-luasnya.
Untuk mewujudkan maksud dan tujuan tersebut, disusunlah rencana usaha yang akan dilaksanakan, yaitu :
Menerima anak didik sebanyak-banyaknya dengan tidak memandang per bedaan suku dan mempimyai kepercayaan berkeTuhanan Yang Maha Esa
Membuka dan membangun taman-taman pendidikan atau rumah-rumah sekolah dari tingkat taman kanak-kanak sampai dengan tingkat Universitas
Memberikan subsidi / tunjangan belajar kepada pelajar-pelajar yang mempunyai bakat dan kecakapan guna melanjutkan pelajarannya ketingkat yang lebih tinggi.
Mengusahakan penerbitan, .penterjemahan karya ilmiah serta bacaan lainnyayang bermanfaat bagi masyarakat
Mengadakan hubungan kerjasama, dibidang pendidikan dengan negara negara sahabat dalam batas-batas tidak merugikan kepentingan nasional dan mengorbankan kepribadian bangsa
Mengadakan research untuk kemajuan ilmu pengetahuan Hasil rumusan dari pertemuan - pertemuan yang diadakan oleh para tokoh masyarakat tersebut dibarengi dengan usaha untuk mewujudkannya, telah menunjukkan titik cerah dengan diserahkannya izin pemakaian gedung/tanah Jl. Imam Bonjol No. 35 oleh pemerintah cq Dep. P dan K kepada mereka. Gedung inilah yang dipergunakan oleh Yaspendhar dan belakangan diadakan perbaikan dan pembangunan baru.Tanah dan gedung ini mulanya bekas sekolah ORANYE SCHOOL, terdaftar atas nama pemiliknya Medansche School Vereeniging dengan Hak Erfpacht. Kemudian setelah kembali ketangan pemerintah, gedung tersebut diserahkan kepada FKIP Negeri, SHD, SMEA Negeri dan PGSLP Negeri. Pada tahun 1958 gedung ini hanya diberikan pemakaiannya kepada IKIP Negeri Medan dan akhirnya kepada IAIN.
Setelah pemerintah memindahkan sekolah-sekolah tersebut ke tempat lain yang lebih baik, pada tanggal 5 Januari 1967 diadakan serah terima kepada pihak Perguruan Harapan (Berita Acara Serah Terima No. 53/Perw/D/Skp/67), masing - masing ditanda tangani oleh Alm. Bapak Moh. Alwi Oemry Kepala Perwakilan P dan K Sumatera Utara waktu itu dari pihak pemerintah dan Bapak Raja Syahnan SH dari pihak Perguruan Harapan.
Luas tanah yang diserahkan itu 5533 meter persegi, dengan bangunan diatasnya terdiri dari 18 lokal belajar. Kelengkapan lainnya saat itu sangat sederhana sehingga perlu perbaikan dan penambahannya. Perbaikan dan penambahan segera diadakan oleh para pendiri maupun para simpatisan, baik dengan dana dari kantong masing - masing, maupun dengan dana bantuan yang diterima dari Bapak AJ. Mokoginta selaku Pangkoanda Sum waktu itu, Perwakilan P dan K serta bantuan dari para dermawan. Dengan Bismillahirrahmanirrahim, Bapak AJ. Mokoginta meresmikan perguruan ini dengan nama PERGURUAN HARAPAN pada tanggal 4 Februari 1967. Perguruan ini semula membuka sekolah 9 tahun, kemudian belakangan dipecah menjadi SD dan SMP. Akhirnya menyusul dibukanya Taman Kanak-Kanak. Kata HARAPAN mempunyai makna yang dalam, berupa harapan dari para pendiri, agar melalui lembaga perguruan ini dapat dilahirkan manusia-manusia Indonesia yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Semboyan "IMAN, ILMU, AMAL" mengandung arti harapan terciptanya manusia yang penuh iman, mempunyai ilmu yang berkwalitas dan dengan iman dan ilmu itu akan diamalkan bagi kepentingan negara, bangsa dan agama.

No comments: