Tuesday, August 9, 2016

Website Gratis 1 Tahun dari Kominfo


Kementrian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) memberikan website gratis satu tahun dengan domain berekstensi .id sampai tahun 2018 mendatang. Program ini diluncurkan untuk memperbanyak konten positif dan membantu para wirausaha untuk memasarkan produknya melalui internet.Sasaran yang dituju dalam program ini adalah UMKM, sekolah, pondok pesantren, komunitas, dan desa.
Untuk mendapatkan website gratis dari program ini, Anda dapat menghubungi pendamping daerah masing-masing ataupun mendaftar langsung, Website yang terdaftar harus berjanji untuk memanfaatkan website sebaik-baiknya dan digunakan untuk kepentingan positif. Selain itu, bagi yang belum mampu mengelola web, kami menyediakan pendampingan oleh tim yang telah ditunjuk.
Berikut ini adalah persyaratan yang diperlukan baik UMKM, sekolah, pondok pesantren, komunitas, dan desa.
1. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
- Berdomisili di wilayah Indonesia.
- Memiliki kartu identitas yang sah seperti KTP, SIM, atau kartu identitas lainnya.
- Usaha memiliki SKU/SIUP/TDP/IUMK atau surat keterangan lainnya (untuk domain co.id).
- Penanggungjawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor kontak yang dapat dihubungi.
- Penanggungjawab berani menjamin website akan digunakan untuk kebaikan.
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .co.id, .web.id, .biz.id, dan .id.
2. Sekolah dan instansi pendidikan
- Sekolah atau Pesantren berdomisili di wilayah Indonesia.
- Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah/Madrasah atau Pimpinan Pondok Pesantren yang bersangkutan.
- Penanggung jawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Menyampaikan surat permintaan domain yang ditanda tangani dan cap basah sekolah/pesantren yang bersangkutan (upload)
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .sch.id untuk sekolah, dan akhiran .ponpes.id bagi pondok pesantren
3. Desa
- Desa berada di wilayah Indonesia
- Memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
- Pendaftaran .desa.id melalui registrasi instansi penyelenggara negara melalui situs domain.go.id
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .desa.id
4. Organisasi/Komunitas
- Organisasi atau komunitas berada di wilayah Indonesia.
- Ada penanggung jawab yang berusia minimal 17 tahun dan memiliki identitas Indonesia seperti KTP, SIM atau identitas lainnya.
- Penanggung jawab memiliki alamat di Indonesia dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
- Memiliki anggota yang dapat dibuktikan melalui daftar anggota dilampirkan bersama surat permintaan usulan domain atau proposal yang ditandatangi dan di cap basah (upload, berlaku untuk domain or.id).
- Bersedia mengisi konten ke dalam website yang dibuat.
- Alamat website menggunakan akhiran .or.id dan .id
*Perlu diingat, sampai saat ini pendampingan baru tersedia untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi lainnya masih dalam proses. Mari bantu sebarluaskan informasinya agar manfaat dan kebaikan semakin banyak diberikan.
 Informasi lebih lengkap
Bidang Aplikasi Telematika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara.
Jl. H.M. Said no. 27 Medan
Website : http:// 1juta.id
CP: whatsapp/telegram : 081230931230
Email : satujutadomain@kominfo.go.id

Informasi Selengkapnya di : https://1juta.id/


Sumber : Kominfo

Sejarah PDAM Tirtanadi, Cara Cek Tagihan PDAM Medan Tirtanadi secara Online

FJH3NFBJXLGBTUEJTS1J1LVTVILZHAFTSDLMQCRSYJGLYTNU

PDAM Tirtanadi dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda pada tanggal 8 September 1905 yang diberi nama NV Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih. Pembangunan ini dilakukan oleh Hendrik Cornelius Van Den Honert selaku Direktur Deli Maatschappij, Pieter Kolff selaku Direktur Deli Steenkolen Maatschappij dan Charles Marie Hernkenrath selaku Direktur Deli Spoorweg Maatschappij. Kantor Pusat dari perusahaan air bersih ini berada di Amsterdam Belanda.
Pada saat itu air yang diambil dari sumber utama mata air Rumah Sumbul di Sibolangit dengan kapasitas 3000 m3/hari. Air tersebut ditransmisikan ke Reservoir Menara yang memiliki kapasitas 1200 m3  yang terletak di Jl. Kapitan (sekarang kantor Pusat PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara). Reservoir ini memiliki ketinggian 42 m dari permukaan tanah. Reservoir ini dibuat dari besi dengan diameter 14 m. Setelah kemerdekaan Indonesia, perusahaan ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan Perda Sumatera Utara No 11 tahun 1979, status perusahaan diubah menjadi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Sejak tahun 1991 PDAM Tirtanadi ditunjuk sebagai operator sistem pengelolaan air limbah Kota Medan.
Dalam rangka pengembangan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi melaksanakan kerjasama operasi dengan 9 (Sembilan) PDAM di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupten Deli Serdang, kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Samosir. Pada Pebruari 2009, PDAM Tirtanadi Cabang Nias dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Nias, dengan pertimbangan bahwa pihak Pemkab Nias dan PDAM Tirta Umbu telah memiliki kemampuan di dalam pengelolaan PDAM di Gunung Sitoli.
Pada tanggal 10 September 2009, telah ditandatangani Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No 10 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang menyatakan bahwa tujuan pokok PDAM Tirtanadi adalah untuk mengelola dan menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk mengembangkan perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan memberikan pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Untuk Cek Tagihan PDAM Bulanan anda silahkan klik Link berikut ini

Sumber : PDAM Tirtanadi

Thursday, August 4, 2016

Program Studi Teknisi Pesawat di Politeknik Negeri Medan



MedanBisnis - Belawan. Tahun ini, Politeknik Medan (Polmed) akan membuka program studi baru yang khusus menangani pemeliharan dan perbaikan (teknisi) pesawat terbang dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia.
Pembukaan program studi Aeronautik D3 bidang air frame, maintenance power plant dan electronic aircraft system tersebut dimaksudkan untuk mendidik calon-calon teknisi pesawat yang handal dan siap pakai.

Hal itu dikatakan Direktur Polmed Syahruddin ST MT kepada wartawan di Medan, Senin (16/6). "Untuk itu kita akan segera membentuk tim khusus untuk menyusun kurikulum dan silabus yang berhubungan dengan Prodi yang akan dibuka tersebut, "katanya.

Sementara itu, Direktur Human Capital and coorporate Affairs Harkandri M Dahler mengatakan pihaknya akan memberikan training kepada dosen-dosen Polmed yang nantinya akan terlibat memberikan mata kuliah pada ketiga prodi baru tersebut.

Selain itu, pihak PT GMF Aeroasia juga akan memberikan peralatan laboratorium untuk mendukung program studi tersebut. Disampaikan juga, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) memberikan nilai B pada jurusan teknik sipil Politeknik Medan (Polmed) untuk program studi teknik perancangan jalan dan jembatan serta manajemen rekayasa konstruksi gedung.

Penilaian tersebut tercantum dalam surat keputusan, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi pada Program Diploma IV dengan nomor: 118/SK/BAN-PT/Akred/Dpl- IV/V/2014, tanggal 3 mei 2014 dan berlaku sejak 3 Mei 201 4 - 2 Mei 2019.

Ketua Jurusan Teknik Sipil Polmed Ir Samsudin Silaen MT mengatakan, pencapaian akreditasi B tersebut berkat kerja tim di jurusan sipil. "Pengakuan akreditasi B dari BANPT tersebut adalah kebanggaan karena sekaligus merupakan pengakuan terhadap etos kerja dosen dan staf serta pengakuan terhadap lulusan (alumni) teknik sipil," ujarnya. (romi /rel)


Source : Medan Bisnis
Oleh : Bung Khatra

Monday, November 9, 2015

Sumber Energi Listrik dari Tumpukan Sampah

Banda Aceh, (Analisa). Sebanyak 60 rumah penduduk di Gam­pong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, hampir bisa menikmati gas metana dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan itu karena instalasi penangkapan gas di gu­nungan sampah itu sudah masuk tahap penyelesaian.
Hasil pantauan di TPA Gampong Jawa, Kamis (5/11), sebanyak 18 batang pipa pe­nangkap gas metan yang ditegakkan de­ngan kedalaman sekitar enam meter dari atas gunungan sampah itu sudah rampung ter­pasang. Di dalam tumpukan sampah besar tersebut juga dipasang sekitar 150 batang pipa secara horizontal, yang disambungkan dengan pipa penangkapan gas.
“Ini sudah memasuki tahap akhir. Pemasangan instalasi penangkap gas yang di atas TPA sudah selesai. Kita akan ujicoba ke penampungannya di Intermediate Treatment Facility (ITF), kata Kepala Pengelola Unit Instalasi ITF Dinas Ke­bersihan dan Kein­dahan Kota (DK3) Banda Aceh, Yusnan ST, kepada warta­wan saat berada di TPA.
Setelah pengujian di tempat pe­nampungan gas di ITF, barulah disalurkan ke 60 rumah penduduk di Gampong Jawa. Namun, di perkampungan itu akan dibuat sebuah tandon (tempat penampungan gas metan) lebih dulu sebelum disalurkan ke rumah warga.
Dikatakan, kalau ITF di TPA selesai dikerjakan dalam dua hari ke depan, pihaknya langsung menyuplai gas metan itu ke rumah warga. “Mudah-mudahan pada November selesai dikerjakan dan pada Desember warga sudah bisa menggunakan gas tersebut,” ungkapnya. Pemanfaatan tumpukan sampah yang bisa menghasilkan biogas tersebut dilakukan DK3 Banda Aceh setelah keberhasilan pengolahan lumpur tinja (PLT) di TPA Gampong Jawa itu.
“Karena keberhasilan PLT, kita berse­ma­ngat untuk membuat biogas yang dihasilkan TPA melalui sampah yang sudah menggu­nung di tempat pem­buang­an,” ujarnya sem­bari menambah­kan, pihaknya melakukan tahap awal dengan memulai survei pada April lalu, kemudian membangun penangkapan, yakni mema­sang pipa mulai Juni dan selesai Oktober 2015.
Dari tumpukan sampah seluas sekitar lima hektare dengan ketinggian 20 meter lebih itu, selain menghasilkan gas sekitar 4.000 m3/hari, sampah ini juga bisa menghasilkan energi listrik sebesar 40 ribu watt, dan itu bisa digunakan untuk menghidupkan genset.
Sementara pemberian gas secara cu­ma-cuma kepada 60 rumah penduduk di Lorong V Gampong Jawa tersebut juga sebagai kompensasi bagi warga di sekitar TPA yang selama ini mencium bau sampah. Masyarakat bisa menggu­nakan gas itu untuk memasak dan penerangan. (rfl)


Pertamina Kembangkan Energi Listrik Pohon Kedondong - EP RANTAU, KUALA SIMPANG

Kualasimpang, (Analisa). PT Pertamina EP Asset 1 Rantau Fiel melalui Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP) mulai mengembangkan penemuan energi listrik dari pohon  kedondong hutan.
Sebab, energi listrik pohon kayu ini sejalan dengan bisnis PT Pertamina sebagai perusahaan nasional di bidang energi. Apalagi energi baru dan terbarukan juga merupakan salah satu konsen Pertamina (Persero) sehingga PT Pertamina EP Rantau berperan aktif mendukung program pemerintah dalam hal efisiensi sumber daya energi dan energi baru terbarukan. 
Hal tersebut dikatakan Rantau Field Manager, Agus Amperianto kepada sejumlah wartawan di Sekretariat PPMP, Kompleks Pertamina Rantau, Selasa (3/11).
Menurutnya, pengembangan listrik pohon kayu ini nantinya bisa diintegrasikan dengan penghijauan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Sebab, pohon kayu yang dimanfaatkan untuk energi listrik ini adalah pohon kayu kedondong hutan, yang sejauh ini ditanam sebagai pagar di  lingkungan pekarangan rumah dan kebun. Di mana, dahan dan daunnya dapat bernilai ekonomis. 
“Yang kita tahu, selain untuk pagar, daun kedondong hutan ternyata dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan juga berkhasiat untuk ramuan herbal bagi kesehatan,” terangnya.
Sebagai bentuk keseriusan Pertamina EP Rantau dalam pengembangan energi listrik dari pohon kedondong ini, pusat pemberdayaan masyarakat Pertamina Field Rantau juga telah menanam seratusan batang pohon kedondong hutan. 
Pohon ini merupakan pohon favorit masyarakat Aceh, khususnya banyak didapati di pedesaan. Di samping batangnya lurus, kedondong hutan ini gampang tumbuh cukup ditancapkan ke tanah.
Untuk bisa menghasilkan energi listrik dari pohon tersebut, ujar Agus, minimal pohon kedondong hutan sudah berakar kokoh sedalam 20 centimeter. Tentunya lebih besar batang pohon yang dimanfaatkan, akan mampu menghasilkan voltase listrik yang lebih banyak lagi.
“Ke depannya, demi untuk memperoleh listrik dengan biaya murah dan ramah lingkungan, masyarakat dengan sendirinya akan ikut menanam pohon. Selain untuk penghijauan lingkungan yang asri sekaligus energi listrik dari pohon kedondong dapat menerangi rumah tempat tinggalnya,” ujar Agus Amperianto.

Temuan Siswa MTsN
Sementara, Dedi Zikrian, salah satu staf CSR PT Pertamina EP Rantau menambahkan, riset penemuan energi listrik pohon kayu ini mulanya dilakukan oleh Naufal Rizki, siswa Kelas II MTsN, Kecamatan Langsa Lama, yang dimotivasi orang tuanya Supriaman, sebagai inspiratornya. 
Selanjutnya, PPMP melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina EP Rantau menggandeng Naufal untuk mengembangkan temuan itu di PPMP. “Dengan harapan, ke depannya teknologi ini dapat diaplikasikan bagi masyarakat miksin yang tidak mampu memasang listrik serta masyarakat di desa pedalaman yang hidup tanpa penerangan, bahkan sekolah-sekolah yang belum terjamah listrik,” harapnya.
Dedi memaparkan, hasil riset awal, dalam satu batang pohon kedondong diperoleh tegangan listrik sebesar 0,7 volt dan dari potensi voltase tersebut dibutuhkan beberapa batang pohon yang dapat diseri dan diparalelkan, sehingga diperoleh voltase dan arus yang memadai untuk dikonversikan dalam bentuk daya listrik sedikitnya 12 watt.
“Dari proses itu, kita dapat menghidupkan sedikitnya 4 pcs bohlam LED 3 watt untuk satu rumah. Makin besar daya yang diperoleh, maka makin banyak daya listrik yang  bisa dimanfaatkan,” katanya sembari menjelaskan, sejauh ini PPMP merupakan wadah pusat belajar masyarakat dalam melahirkan socioecopreneur, inkubator bisnis dan juga sebagai tempat wisata belajar gratis bagi masyarakat. (dhs)



Friday, October 16, 2015

Cara mendeteksi dini kebakaran hutan dengan mengetahui titik api Via Google Earth dan Satelit NASA

Deteksi dini kebakaran hutan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan Satelit, dan dengan aplikasi google earth, sehinggan dapat membantu mendeteksi dini kebakaran hutan.

Namun tidak semua titik api yang tertampil merupakan titik kebakaran, namun bias juga merupakan titik panas yang terdeteksi oleh satelit, misalnya titik gunung merapi, atau panas atap bangunan juga dapat memicu munculnya titik panas.

Untuk mengetahui titik panas melalui satelit Kita bisa memanfaatkan Google Earth untuk melihat informasi mengenai titik panas dengan mengambil data dari NASA (National Aeronautics and Space Administration). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
    1.  Instal Aplikasi Google Earth terlebih dahulu. Klik disini, kemudian klik agree and                download untuk menginstalnya, tampilan seperti dibawah ini:






     2. kunjungi situs NASA (National Aeronautics and Space Administration), 
  3. Pilih KML (Keyhole Markup Language)



     



    4. Pilih South East Asia 24h atau 48h




    6. Klik hasil File .KML yang telah selesai didowload tadi, Tunggu sampai Google Earth anda muncul dan akan akan muncul tampilan sebagai berikut dibawah ini melalui google earth






Demikian petunjuk dan cara untuk Mengetahui Hotspot (Titik Api) Kebakaran Hutan menggunakan Google Earth.
semoga bermanfaat


Thursday, October 15, 2015

Definisi dan Sfesifikasi Vsat C-Band Antenna

VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun bumi yang digunakan pada satelit komunikasi sinyal data, suara, dan video, kecuali pemancaran televisi. VSAT terdiri dari dua bagian: sebuah transceiver yang diletakkan di tempat terbuka sehingga dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit dan sebuah piranti yang diletakkan dalam ruangan untuk menghubungkan transceiver dan dan piranti komunikasi pengguna akhir (end user), seperti PC.
Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di luar angkasa. Satelit mengirimkan dan menerima sinyal dari komputer stasium bumi yang berfungsi sebagai hub sistem. Setiap pengguna yang saling terhubung dengan stasiun hub melewati satelit, membentuk topologi bintang. Hub mengendalikan semua operasi pada jaringan. Semua transmisi untuk komunikasi antar pengguna harus melewati stasiun hub yang meneruskannya ke satelit dan ke pengguna VSAT yang lain. VSAT dapat mengirimkan data sampai dengan kecepatan 56 Kbps.
Terminal komunikasi VSAT ini berupa antena parabola dengan diameter 0.6 - 2.4 m yang dilengkapi dengan perangkat transceiver untuk komunikasi dengan terminal lainnya dengan perantaraan satellite melalui media gelombang microwave. Daya transmisi yang digunakan sekitar 5 Watt.(dna)


  
VSAT (Very Small Aperture Terminal)
Adalah sistem komunikasi satelit yang dapat melayani pengguna personal (rumah) maupun bisnis. VSAT dapat dianggap sebagai stasiun bumi kecil dan bukan merupakan bagian dari satelit. VSAT lebih berfungsi sebagai semacam modem yang berbentuk antena stasiun bumi yang dapat mengirim dan menerima sinyal dari satelit.

Seorang end user VSAT membutuhkan perangkat untuk menghubungkan komputer pengguna dengan antena luar yang mempunyai transceiver. Transceiver menerima atau mengirim sinyal ke transponder satelit di angkasa. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari komputer stasiun bumi yang berfungsi sebagai hub bagi sistem VSAT.

Sebuah jaringan VSAT terdiri dari:
- Satelit transponder
- Central Hub : merupakan stasiun bumi
- Network Management System (NMS) yang ditempatkan pada hub station
- VSAT : yang diinstal pada setiap cabang

Terminal VSAT memiliki kemampuan untuk menerima maupun mengirimkan signal melalui satelit kepada VSAT lain pada jaringan tersebut. Bergantung pada teknologi apa yang digunakan, sinyal akan dikirimkan lewat satelit ke central hub yang juga berfungsi sebagai pusat monitor, atau signal langsung dikirimkan ke VSAT lain dan hub digunakan hanya untuk mengawasi dan mengontrol.
VSAT dapat mendukung kebutuhan komunikasi apa pun baik berupa suara, data atau konferensi video.

Spesifikasi :

Operating Frequency Band*
C-band Receive
C-band Transmit
Ku-band Receive
Ku-band Transmit
3.625÷4.2GHz
5.850÷6.425GHz
10.95÷12.75GHz
14.0÷14.5GHz

G/T Performance at 10° EL*
C-band
32.7dB/K
Ku-band
40.2 dB/K

Antenna Gain* (dB, ±0.2dB)
Receive
Trasmitt
Frequency
Gain
Frequency
Gain
3.700 GHz
4.000 GHz
4.200 GHz
10.95 GHz
11.95 GHz
12.75 GHz
47.4
48.1
48.5
55.9
56.6
57.2
5.925 GHz
6.150 GHz
6.425 GHz
14.00 GHz
14.25 GHz
14.50 GHz
51.0
51.3
51.7
58.0
58.1
58.3






Beamwidth at 3dB, Degrees.
Band
Receive
Transmitt
C
Ku
0.70
0.22
0.48
0.18

Antenna Noise Temprature*
under clear sky conditions, at 20°C
Elevation
C-band
Ku-band
10°
30°
50°
35K
14K
12K
44K
32K
27K






Mechanical
Feed Type
Reflector Material
Reflector Segments
Second Reflector Diameter
Operational Temperature
Dual Reflector, Gregorian/Cassegrein
Precision-Formed Aluminium
12
700mm
-50°C ÷ +50°C







Antenna Pointing Range
Elevation
0÷110°
Azimuth
±270°
Polarization
180°

Second Reflector Pointing
Range
±40mm
Precision
0.2mm







Drive System Speed, (degrees/second)
Elevation
0.025÷3.5°
Azimuth
0.025÷6.0°