http://forlap.dikti.go.id/

Sunday, October 19, 2014

USBM Ciptakan Sarjana Kreatif dan Inovatif

DeteksiNusantara.com - Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan merupakan salah satu universitas swasta yang dapat menciptakan Sarjana Kreatif, Inovatif, dan Mandiri sesuai Visi dan Misi perguruan tinggi tersebut dan senantiasa berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya di daerah Sumatera Utara.

Kata sambutan Wali Kota Medan Drs.Dzulmi Eldin.MSi dalam wisudawan-wisudawati Strata (S I) 289 dan Pasca Sarjana (S2) 69 Periode Thn 2013-2014 Universitas Setia Budi Mandiri Medan di Convention Hall Hotel Tiara mengatakan Program Pemerintah adalah mengembangkan masyarakat menjadi masyarakat yang mempunyai ilmu pengetahuan dan memiliki ahklak serta beriman.

Pemerintah berharap bagi wisudawan-wisudawati USBM ini dapat mengaplikasikan ilmunya ditengah-tengah masyarakat dan bukan sekedar mencari pekerjaan namun mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Tujuan dari pada negara kita adalah mencerdaskan Bangsa Indonesia sesuai Undang-undang Dasar Negara, dan kami percaya ilmu yang telah di peroleh selama duduk di bangku kuliah akan mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah-tengah masyarakat khususnya kota Medan. Ucap Eldin. Sabtu, (30/8/2014)

Mantan Kadiv Hukum Poldasu Drs H. Jonheri, SH.MH dalam sambutannya mengatakan Sarjana yang baru diwisuda diharapkan jangan hanya menunggu lowongan kerja saja tapi harus menciptakan lapangan kerja. "Aplikasikanlah ilmu yang telah di peroleh selama duduk di bangku kuliah dan jangan malas belajar karena Ilmu tidak akan habis habisnya." Ucapnya.

Dan serta jaga nama baik Almamater karena dengan menjaga nama baik Universitas tersebut secara otomatis menjaga nama baik diri kita sendiri Ucap Jonheri.

Ketua Aptisi Sumatera Utara, Dr Bahdin Nur Tanjung SE MM dalam sambutannya mengungkapkan Perguruan tinggi bukan saja dituntut untuk berani mengambil resiko dalam suatut kebijakan tetapi juga harus kreatif dan inovatif agar dapat mengembangkan inovasi pembelajaran dan pelatihan dalam menghadapi berbagai tantangan persaingan dan perubahan yang disebabkan munculnya masyarakat berkelanjutan.

"Pada saat ini Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri sama di hadapan Pemerintah karena tidak ada istilah lagi Akreditasi jadi lulusan Universitas Setia Budi Mandiri ini sama dengan lulusan dari Universitas Negeri yang telah memiliki ijin dari Mendiknas." Tegasnya.

Hal senada juga di ucapkan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Drs Masri MSi yang diwakilkan Drs Saut Aritonang MPd mengatakan keberhasilan hari ini tidak lain adalah awal dari karir untuk menghadapi tantangan ke masa depan oleh karenanya seorang sarjana harus mampu luas berfikir dan berbuat jangan mengharapkan menjadi seorang PNS saja tetapi ciptakanlah lapangan kerja,

"Aplikasikanlah ilmu yang telah diraih selama duduk di bangku kuliah, dan kami yakini lulusan Uviversitas ini (USBM-red) mampu bersaing di pasaran oleh karenanya Junjung tinggi nama baik Almamater serta tanamkan nilai-nilai Nasionalisme dan Patriotisme."Ucapnya. Dalam kesempatan itu, Penasehat USBM Syah Afandin yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) dalam kata sambutannya mengatakan, sarjana sebagai generasi penerus bangsa yang berpendidikan harus mampu berpikir cerdas untuk membuka lapangan kerja baru dan tidak hanya menunggu lowongan kerja yang ada.

"Wisudawan-wisaudawati harus mampu menjadi enterpreniur yang baik sekecil apapun mampu dilaksanakan.Jangan mengharap saja menjadi PNS karena PNS di kota Medan ini sendiri telah banyak, pemerintah tidak lagi memberikan." Ujar Affandin.

Hadir dalam wisuda Universitas Setia Budi Mandiri pada acara tersebut, Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin Msi, Kepala Penyuluhan Hukum Devisi Hukum Polri Mabes Polri Drs.H Jonheri.SH.MH, Penasehat Yayasan Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan H.Syah Afandi,SH yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut, H.Ahmad Arief. SE Pememerhati Pendidikan Sumut yang juga Ketua DPD Pan Kota Medan, Ketua Yayasan universitas. Dan serta, DR,Arnold Budiman Hutasoit, MBA, Ketua Aptisi Dr Bahdin Nur Tanjung SE MM, Ketua Forum Sumut Tohap Hasanuddin.dan Rektor USBM Dr Kaisar Panjaitan MPd sementara Kadis Pendidikan Sumut Drs.Masri.MSi di Wakilkan Drs.S.Aritonang.MPd dan serta seluruh undangan. (Nelly S).

http://www.deteksinusantara.com/

Thursday, December 19, 2013

Wisuda Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) - TIARA HOTEL 19102013

gambar-berita
(Analisa/rizal r surya). SAMBUTAN:  Penasehat Yayasan Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan H Syah Affandin SH  sedang memberikan sambutan pada wisuda 307 sarjana lulusan universitas tersebut  di Tiara  Convention Hall Medan, Sabtu (19/10/2013).
Medan, (Analisa). Sarjana yang baru diwisuda  diharapkan jangan hanya menunggu lowongan kerja saja tapi harus menciptakan lapangan kerja.
Hal ini dikatakan Penasehat Yayasan Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan H Syah Affandin SH pada wisuda 307 sarjana lulusan universitas tersebut  di Tiara  Convention Hall Medan, Sabtu (19/10).
Syah Afandin yang juga Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, sarjana sebagai generasi penerus bangsa yang berpendidikan harus mampu berpikir cerdas untuk membuka lapangan kerja baru dan tidak hanya menunggu lowongan yang ada.
Sementara itu Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya dibacakan Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan Provinsi Sumut August Sinaga SST MPd mengatakan, perguruan tinggi bukan saja dituntut untuk berani mengambil resiko tetapi juga harus kreatif dan inovatif agar dapat mengembangkan inovasi pembelajaran dan pelatihan dalam menghadapi berbagai tantangan persaingan dan perubahan yang disebabkan munculnya masyarakat berkelanjutan baru.
“Seorang lulusan harus memiliki ide-ide baru yang dihasilkan dari suatu kreativitas. Melalui kreativitas inilah  yang akan membawa lulusan untuk berinovasi terhadap usaha dan pekerjaan yang akan dilakoninya,” kata August.
Koruptor
Sedangkan Ketua Yayasan USBM Dr Arnold Hutasoit MBA mengingatkan kepada kepada seluruh alumni agar tidak memiliki prilaku koruptor dan hendaknya mengabdikan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki untuk kepentingan masyarakat.
“Kalau mau hidup tenang hindari korupsi, karena orang bodohlah yang mau menjadi koruptor.
Indikatornya, setiap orang bijak mau hidup hidup tenang dan bahagia.Kalau koruptor hidupnya tidak bisa tenang. Bangkitlah orang benar dan baik serta punya iman tinggi supaya negara ini bisa kita kembangkan menjadikan rakyat makmur, ” kata Arnold pada acara wisuda    
Arnold merasa prihatin melihat kondisi bangsa ini yang begitu banyak dilanda kasus seperti korupsi, narkoba dan lainnya. Seperti korupsi katanya, sistem perbaikan dan perubahan mental harus diawali di perguruan tinggi, yakni menanamkan kebenaran dan menghindari perilaku perbuatan penyalahgunaan dan penyelewengan uang rakyat.
Penyakit korupsi dan narkoba saat ini semakin marak karena kurangnya kesadaran dan diperlukannya pengawasan yang ketat. Untuk itu, perguruan tinggi seperti USBM akan mendukung program pemberantasan korupsi dan narkoba.
Hadir dan turut memberikan sambutan pada wisuda tersebut  Ketua Aptisi Wilayah Sumut diwakili Sekretaris Ir Ukhwatul Akhyar, dan Rektor USBM Dr Kaisar Panjaitan MPd. (rrs)

Friday, October 18, 2013

Wagubsu Motivasi Wisudawan dan Wisudawati LP3I Jadi Entrepreneur



Medan, 17/10 - Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi berharap para lulusan Politeknik LP3I Medan dapat kreatif membangun usaha (entrepreneur). Sebab, dengan kreatifitas para wisudawan dapat menciptakan pekerjaan ketimbang sibuk mencari pekerjaan.

"Kami berharap kepada wisudawan wisudawati setelah selesai pendidikan di LP3I bisa membuka peluang-peluang usaha," ujar Wagubsu saat memberi sambutan pada Sidang Terbuka Senat Politeknik LP3I Medan dalam wisuda tahun 2013 di Gedung Medan International Convention Center (MICC), Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (17/10).

Seperti diketahui, lanjut Wagubsu Dalam sebuah negara yang maju diperlukan banyak pengusaha sedangkan di Indonesia baru ada kurang dari 2% pengusaha saja.

Apalagi, kata Wagubsu, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT telah membuka pintu rezeki melalui 10 pintu, ternyata 9 pintu di antara pintu tersebut untuk para pengusaha dan satu untuk para pekerja.

Dibagian lain, Wagubsu mengharapkan lulusan LP3I untuk dapat terus pertajam ilmu pengetahuan terutama bahasa inggris, dan bahasa lainya dalam menyiapkan anak-anak kita menuju Asien community tahun 2015. "Oleh karena itu tentu disiapkan baik itu dari pendidikan, Skil dan kemampuan," katanya.

Maka dengan acara hari ini, terutama telah selesainya para mahasiwa mengikuti pendidikan di LP3I mereka tentu sudah bisa mengikuti perkembangan-perkembangan teknologi informasi maupun keahlian keahlian lain menuju persaingan kita di asian comunity 2015 .

"Selesainya pendidikan hari ini bukan semuanya sudah seselai tentu juga harus terus belajar sesuai dengan hadis nabi bahwa belajar itu terus kita lakukan sampai bahkan kita ke liang lahat," harapnya.

Dr H M Syahrial Yusuf SE MM MBA selaku pendiri LP3I berharap para wisudawan dan wisudawati dapat menjadi pencipta lapangan kerja yang jujur karena Indonesia butuh entrepreneur muda.

Politeknik LP3I Medan menggelar acara wisuda tahun 2013 yang bertempat di Gedung MICC Jalan Gagak Hitam Medan dengan Sidang Terbuka Senat Politeknik LP3I Medan yang mewisuda sebanyak 477 orang dari 6 jurusan yakni Akutansi, Administrasi Bisnis, Elektro, Otomotif, Industri dan Teknik Komputer.

(Humas Pemprovsu)-(Er)

GENERASI MUDA DIHARAPKAN DAPAT MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN





Seluruh generasi muda wisudawan atau wisudawati Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Medan agar tidak menggantungkan seluruh potensi yang ada kepada ketersediaan lapangan kerja dimana sebaliknya ada harapan agar dapat menempuh jalan dengan memposisikan diri sebagai pencipta lapangan pekerjaan.

Hal ini dikatakan Plt Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi pada saat menghadiri acara Wisuda Politeknik LP3I Medan angkatan IX tahun 2013 di Gedung MICC, Jalan Gagak Hitam Ring Road, Kamis (17/10/2013). Turut hadir dalam acara tersebut koodinator Perguruan tinggi swasta Wilayah I Prof DR Dian Armanto MPD, Pendiri Lp3I DR Syahrial Yusuf, Fahri Efendi SE Msi, Direktur LP3I Adriza dan Direktur Politeknik LP3I Medan Akhwanul Akmal SP MSI serta para civitas Lp3I.

Diyakini Eldin, Bekal ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah dan berorganisasi di LP3I merupakan modal utama dan baik untuk memulai proses menciptakan lapangan pekerjaan dimana dengan menciptakan lapangan pekerjaan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan pengangguran terutama di Kota Medan, kata Eldin.

Disamping itu Eldin Berharap, semoga para Wisudawan dapat menjadi kader bangsa yang mampu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan Negara lewat ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dimiliki melalui LP3I dimana ini juga sebagai harapan para orang tua pada putra putrinya, ungkapnya.

Menurut Eldin, kunci keberhasilan seseorang dalam membangun kehidupan dan meniti karir adalah kualitas dan daya saing, untuk itu para wisudawan dapat terus melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sehingga dapat menguasai ilmu dan teknologi serta mampu menerapkannya dalam memajukan kehidupan bangsa dan menciptakan lapangan pekerjaan, ujar Dzulmi Eldin.

Selanjutnya dikatakan Plt Walikota, saat ini Negara khususnya daerah masih memerlukan tenaga- tenaga terampil dan skil dalam membangun kehidupan yang lebih baik, untuk itu sebagai generasi muda diharapkan dapat melakukan inovasi dan kreatifitas di masa mendatang dengan mempersiapkan diri dengan bekal yang ada agar mampu memenuhi harapan masa depan dan untuk mempersiapkan lapangan pekerjaan, ucap Eldin.

Diakhir sambutannya Dzulmi Eldin mengucapkan selamat kepada seluruh civitas akademika Politkenik LP3I atas pelaksanaan acara wisuda ini dan berharap kepada keluarga besar LP3I Medan, dapat terus mengembangkan potensi pengajaran dalam rangka peningkatan kualitas lulusan LP3I setiap tahun dimana Politeknik LP3I merupakan institusi pendidikan yang dapat dihandalkan untuk melahirkan lulusan yang siap bersaing baik di dunia kerja maupun dunia akademik, Harap Eldin.

Sementara itu Direktur Politeknik LP3i Ahkwanul Aklmal SP MSi dalam kesempatannya mengatakan, LP3I berdiri sejak 1989 dimana telah ikut memberikan kontribusinya terhadap pembanbgunan yakni ikut mencerdaskan bangsa, melahirkan tenaga pendidik dan mecetak sumber daya manusia yang terampil,.

Dikatakannya, tahun ini LP3I mewisuda sejumlah 450 wisudawan/wisudawati dari jurusan Komputer dan jurusan Administrasi Bisnis, acara wisuda tahun ini betepatan hari ulang tahun LP3I yang ke 10, semoga ini menjadi moment untuk para wisudawanm/wisudawati agar lebih baik lagi, katanya.

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan

Monday, September 30, 2013

Cek Data Mahasiswa

Dear Rekan Mahasiswa Semua,
monggo, bagi yang pengen ngecek Data Kemahasiswaan bisa cek pada website berikut ini:

http://forlap.dikti.go.id/


Wednesday, September 25, 2013

Penerapan 4G di Indonesia Terkendala Perangkat

TEMPO.CO , Nusa Dua:Selagi menunggu ketetapan dan izin regulasi penyediaan jaringan 4G Long Term Evolution (LTE) dari pemerintah, operator gencar melakukan sosialisasi. Namun sosialisasi ini juga menghadapi tantangan, yaitu dari segi kesiapan mobile device atau perangkat bergerak.
"Ini adalah bagaimana mendorong penggunaan handphone 2G ke 3G, kemudian ke 4G," kata General Manager Network Development PT XL Axiata, Rahmadi Mulyo Hartono, di Nusa Dua, Bali, Selasa 24 September 2013. Dia menegaskan, hal tersebut kaitannya dengan membangun pengertian kepada masyarakat.
Sebenarnya, kata dia, di seluruh dunia, perangkat yang sudah bisa mengakses 4G, mencapai 948 tipe. Sebanyak 33 persen terdiri dari ponsel, sisanya laptop, modem, dan router.
Adapun dia menyebutkan, penerapan teknologi 4G memberikan banyak manfaat bagi pengguna personal. "Ini ibaratnya seperti 3G, sama-sama wireless tapi sifatnya selalu terkoneksi. Sama seperti menggunakan kabel LAN," ucapnya.
Dia mencontohkan, pengunjung situs YouTube tidak perlu menunggu waktu untuk buffering. "Kalaupun buffering, sangat cepat," kata Rahmadi.
Rahmadi mengatakan, untuk meaksimalkan jaringan 4G, frekuensi yang digunakan sebaiknya di 1.800 mega hertz per second (Mhz). "Jaringannya lebih luas, dari segi device juga ini yang paling kompatibel," ujar dia.
Penggagas dan peneliti ICT Institute Heru Sutadi di tempat sama mengatakan, jika nantinya 4G sudah diterapkan di Indonesia, jaminan kualitasnya harus melebihi 3G. Dia mencontohkan, ketika fitur video call dipromosikan di Indonesia beberapa tahun lalu, pada kenyataannya tampilan gambar kerap putus-putus, dan koneksinya lambat. "Padahal memakai teknologi 3G yang diadopsi dari negara lain," ucapnya.
SATWIKA MOVEMENTI

Sunday, August 18, 2013

IPB buka "Kampus" di empat lokasi



JAKARTA - Mulai tahun ini, siswa SMA/sederajat di empat daerah dapat menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa harus merantau ke Kota Hujan. Hal tersebut dimungkinkan melalui program Akademi Komunitas yang efektif pada September 2013.

Akademi Komunitas ini merupakan hasil kerjasama IPB dengan empat Pemerintah Daerah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang (Nanggro Aceh Darussalam), Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Lembata (Nusa Tenggara Timur), dan Kepulauan Yapen (Papua). Program tersebut berupa Program Studi di Luar Domisili (PDD), setara Diploma Dua (D-2) dan Diploma Satu (D-1).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS. menjelaskan, Program Akademi Komunitas ini merupakan perwujudan dari Undang-Undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

"Program ini juga merupakan mandat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah," papar Yonny seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat (16/8/2013).

Pionir kampus pertanian di Tanah Air itu menyiapkan Program Studi di Luar Domisili sejak 2012 lalu. Bersama pemda keempat daerah tersebut, IPB menggodok sistem penerimaan mahasiswa, rekrutmen pengajar, kurikulum, sistem pengajaran, mata kuliah, manajemen pendidikan tinggi dan segala sesuatu terkait sistem pendidikan serta akademisnya.

Di lain pihak, kebutuhan fisik Akademi Komunitas seperti sarana prasarana program seperti gedung, lahan, peralatan laboratorium, dan sebagainya disiapkan keempat pemda.

Uniknya, staf pengajar dalam program ini bukan hanya dari staf pengajar IPB dan dari daerah asal. "Kami juga merekrut pengajar dari kalangan praktisi di daerah seperti pekebun kopi, pembudidaya ikan dan sebagainya," imbuh Yonny.

Tidak hanya praktis karena mahasiswa tidak perlu merantau ke Bogor, biaya pendidikan Program Studi di Luar Domisili pun sangat terjangkau. Belum lagi kesempatan beasiswa yang diberikan oleh pemda setempat kepada lulusan SMA/SMK yang berprestasi yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.

"Diharapkan pada 2015, Program Studi Domisili menjadi Akademi Komunitas, sementara pemerintah hanya sebagai penyelenggara dan IPB sebagai pembina," ujar Yonny.

Pada program ini, IPB membuka pendidikan setara D-2 untuk Program Studi Teknologi Industri Benih, Manajemen Informatika, serta Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya di Kabupaten Aceh tamiang dan Kepulauan Yapen, Papua.

Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, IPB membuka pendidikan setara D-2 Program Studi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan, Teknologi dan Manajemen Produksi Hortikultura, dan Teknologi Hasil Pertanian. Sedangkan di Kabupaten Lembata, NTT, IPB membuka pendidikan setara D-2 Program Studi Ekowisata, Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya, dan Teknologi Hasil Pertanian. Pendaftaran dilakukan di Dinas Pendidikan Daerah setempat hingga September 2013. (rfa)