Friday, October 16, 2015

Cara mendeteksi dini kebakaran hutan dengan mengetahui titik api Via Google Earth dan Satelit NASA

Deteksi dini kebakaran hutan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan Satelit, dan dengan aplikasi google earth, sehinggan dapat membantu mendeteksi dini kebakaran hutan.

Namun tidak semua titik api yang tertampil merupakan titik kebakaran, namun bias juga merupakan titik panas yang terdeteksi oleh satelit, misalnya titik gunung merapi, atau panas atap bangunan juga dapat memicu munculnya titik panas.

Untuk mengetahui titik panas melalui satelit Kita bisa memanfaatkan Google Earth untuk melihat informasi mengenai titik panas dengan mengambil data dari NASA (National Aeronautics and Space Administration). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
    1.  Instal Aplikasi Google Earth terlebih dahulu. Klik disini, kemudian klik agree and                download untuk menginstalnya, tampilan seperti dibawah ini:






     2. kunjungi situs NASA (National Aeronautics and Space Administration), 
  3. Pilih KML (Keyhole Markup Language)



     



    4. Pilih South East Asia 24h atau 48h




    6. Klik hasil File .KML yang telah selesai didowload tadi, Tunggu sampai Google Earth anda muncul dan akan akan muncul tampilan sebagai berikut dibawah ini melalui google earth






Demikian petunjuk dan cara untuk Mengetahui Hotspot (Titik Api) Kebakaran Hutan menggunakan Google Earth.
semoga bermanfaat


Thursday, October 15, 2015

Definisi dan Sfesifikasi Vsat C-Band Antenna

VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun bumi yang digunakan pada satelit komunikasi sinyal data, suara, dan video, kecuali pemancaran televisi. VSAT terdiri dari dua bagian: sebuah transceiver yang diletakkan di tempat terbuka sehingga dapat secara langsung menerima sinyal dari satelit dan sebuah piranti yang diletakkan dalam ruangan untuk menghubungkan transceiver dan dan piranti komunikasi pengguna akhir (end user), seperti PC.
Transceiver menerima dan mengirim sinyal ke transponder satelit di luar angkasa. Satelit mengirimkan dan menerima sinyal dari komputer stasium bumi yang berfungsi sebagai hub sistem. Setiap pengguna yang saling terhubung dengan stasiun hub melewati satelit, membentuk topologi bintang. Hub mengendalikan semua operasi pada jaringan. Semua transmisi untuk komunikasi antar pengguna harus melewati stasiun hub yang meneruskannya ke satelit dan ke pengguna VSAT yang lain. VSAT dapat mengirimkan data sampai dengan kecepatan 56 Kbps.
Terminal komunikasi VSAT ini berupa antena parabola dengan diameter 0.6 - 2.4 m yang dilengkapi dengan perangkat transceiver untuk komunikasi dengan terminal lainnya dengan perantaraan satellite melalui media gelombang microwave. Daya transmisi yang digunakan sekitar 5 Watt.(dna)


  
VSAT (Very Small Aperture Terminal)
Adalah sistem komunikasi satelit yang dapat melayani pengguna personal (rumah) maupun bisnis. VSAT dapat dianggap sebagai stasiun bumi kecil dan bukan merupakan bagian dari satelit. VSAT lebih berfungsi sebagai semacam modem yang berbentuk antena stasiun bumi yang dapat mengirim dan menerima sinyal dari satelit.

Seorang end user VSAT membutuhkan perangkat untuk menghubungkan komputer pengguna dengan antena luar yang mempunyai transceiver. Transceiver menerima atau mengirim sinyal ke transponder satelit di angkasa. Satelit mengirim dan menerima sinyal dari komputer stasiun bumi yang berfungsi sebagai hub bagi sistem VSAT.

Sebuah jaringan VSAT terdiri dari:
- Satelit transponder
- Central Hub : merupakan stasiun bumi
- Network Management System (NMS) yang ditempatkan pada hub station
- VSAT : yang diinstal pada setiap cabang

Terminal VSAT memiliki kemampuan untuk menerima maupun mengirimkan signal melalui satelit kepada VSAT lain pada jaringan tersebut. Bergantung pada teknologi apa yang digunakan, sinyal akan dikirimkan lewat satelit ke central hub yang juga berfungsi sebagai pusat monitor, atau signal langsung dikirimkan ke VSAT lain dan hub digunakan hanya untuk mengawasi dan mengontrol.
VSAT dapat mendukung kebutuhan komunikasi apa pun baik berupa suara, data atau konferensi video.

Spesifikasi :

Operating Frequency Band*
C-band Receive
C-band Transmit
Ku-band Receive
Ku-band Transmit
3.625÷4.2GHz
5.850÷6.425GHz
10.95÷12.75GHz
14.0÷14.5GHz

G/T Performance at 10° EL*
C-band
32.7dB/K
Ku-band
40.2 dB/K

Antenna Gain* (dB, ±0.2dB)
Receive
Trasmitt
Frequency
Gain
Frequency
Gain
3.700 GHz
4.000 GHz
4.200 GHz
10.95 GHz
11.95 GHz
12.75 GHz
47.4
48.1
48.5
55.9
56.6
57.2
5.925 GHz
6.150 GHz
6.425 GHz
14.00 GHz
14.25 GHz
14.50 GHz
51.0
51.3
51.7
58.0
58.1
58.3






Beamwidth at 3dB, Degrees.
Band
Receive
Transmitt
C
Ku
0.70
0.22
0.48
0.18

Antenna Noise Temprature*
under clear sky conditions, at 20°C
Elevation
C-band
Ku-band
10°
30°
50°
35K
14K
12K
44K
32K
27K






Mechanical
Feed Type
Reflector Material
Reflector Segments
Second Reflector Diameter
Operational Temperature
Dual Reflector, Gregorian/Cassegrein
Precision-Formed Aluminium
12
700mm
-50°C ÷ +50°C







Antenna Pointing Range
Elevation
0÷110°
Azimuth
±270°
Polarization
180°

Second Reflector Pointing
Range
±40mm
Precision
0.2mm







Drive System Speed, (degrees/second)
Elevation
0.025÷3.5°
Azimuth
0.025÷6.0°





Thursday, October 1, 2015

KECEPATAN DAN KEMAMPUAN PENYIMPANAN MEMORI SECURE DIGITAL (SD) CARD





SD atau Secure Digital pertama diperkenalkan tahun 1999 sebagai pengembangan dari MMC dan dibuat masal sehingga harganya murah. Varian SD Card cukup banyak dan kita perlu memahami agar sesuai dengan kebutuhan kita. Merekam Video dengan SDcard speed lambat bisa membuat hasil patah-patah atau bisa Corrupt. Foto dengan Mode continues tidak bisa dilakukan dengan menggunakan Speed yang lambat. tapi jika hanya mengambil foto dengan resolusi rendah kita tidak perlu membeli Speed Memori yang cepat yang harganya cukup mahal.

Berdasarkan kapasitas penampungan memori SD dibagi menjadi SDHC (Secure Digital High Capacity) antara 4GB-32GB dan SDXC (Secure Digital Extended Capacity) mulai dari 48GB-2TB.
Baik SDHC maupun SDXC dibuat dengan kecepatan yang berbeda-beda untuk penggunaan yang berbeda pula yang ditandai dengan Class.

Class10 menunjukkan kecepatan penyimpanan data
Class Minimum Kecepatan Application
Class 2 2 MB/s  Foto Kamera Compact. SD video recording
Class 4 4 MB/s Foto kamera Compact, DSLR, Video HD recording
Class 6 6 MB/s
Class 10 10 MB/s Full HD (1080p) video recording and consecutive recording of HD stills (high-speed data bus)
UHS Class 1 (U1) 10 MB/s Real-time broadcasts and large HD video files (UHS bus)
UHS Class 3 (U3) 30 MB/s 4K video files (UHS bus)


Class 2 dan Class 4 cocok untuk Kamera-kamera compact atau Video dengan kwalitas rendah. Class 6 cocok untuk DSLR. Class10 untuk penggunaan Video Professional. Class U1 dan U2 cocok untuk Rekam Video yang butuh date Rate tinggi seperti untuk merekam Blueray atau 4K seperti pada kamera Professional atau Actioncam GoPro.

Sebagai Gambaran: Untuk menyimpan video GoPro Hero3 Mode Protune (RAW) dibutuhkan 45MBps sedangkan untuk SONY HX9V mode 1080 60P dibutuhkan kecepatan memori 28mbps. Artinya kita harus menggunakan memori dengan kecepatan diatas nya. Tapi untuk mengambil gambar format JPG 16Megapixel transfer Rate Paling 4-8Mbps, Memori Class 4 sudah cukup.



Sering juga orang bertanya memori 8GB bisa nampung berapa banyak gambar ya? Memori 32GB bisa merekam berapa lama Video ya? Jawabanya Tergantung.Tergantung berapa besar resolusi yang digunakan, file type yang digunakan apakah JPG atau RAW, mode videonya apakah Full HD atau HD biasa atau 4K dan file formatnya apa.

Berikut gambaran berapa banyak foto yang bisa ditampung atau berapa lama Video bisa di rekam dengan memori card berbagai ukuran.

Kapasitas Tampung dengan Format JPG High Quality

Cara baca: Jika memori card nya 4GB dan menggunakan resolusi 18 Megapixels dengan kwalitas High maka gambar yang bisa disimpan sebanyak 310 gambar.

Kapasitas tampung untuk foto Format RAW 12 bit

Kapasitas tampung untuk Video MPEG-4/H.264